suarabersama.com-Keterangan tertulis juru bicara kelompok separatis bersenjata yang menamakan dirinya Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom, yang menuding bahwa serangan bom udara menggunakan drone aparat keamanan Indonesia tewaskan pelajar SMA diduga merupakan alibi untuk menyudutkan pemerintah Indinesia.
Dalam keterangannya dikutip dari odiyaiwuu.com, Sebby Sambom, menuding adanya serangan bom udara menggunakan drone yang jatuh di rumah warga sipil di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 21.00 WIT.
Ia mengatakan mengutuk keras insiden itu karena telah menyebabkan seorang pelajar SMA meninggal dunia dan seorang pelajar lainnya mengalami luka berat akibat serpihan ledakan. “Kami mengutuk keras serangan bom menggunakan drone milik aparat militer Indonesia yang dijatuhkan tepat di atas rumah warga sipil di Jalan Gunung, Dekai, Kabupaten Yahukimo,” ucapnya.
Sebby menambahkan, insiden itu menewaskan atasnama Listin Sam (17 tahun), siswa SMK Negeri 2 Dekai, kemudian seorang warga masyarakat Dapla mengalami luka berat akibat ledakan granat yang jatuh tepat di dalam kamar tidurnya.
Sebby, juga juga menegaskan kepada Presiden Prabowo bahwa ledakan bom yang menewaskan Listin Sam dan luka berat warga sipil lainnya merupakan kejahatan kemanusiaan.
Sebby menyerukan kepada negara-negara asing dan anggota PBB agar menghentikan suplay senjata berat dan logistik perang kepada Pemerintah Indonesia, kaena semua logistik perang telah digunakan untuk melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil di Papua. Ia juga mendesak lembaga HAM nasional dan internasional agar segera melakukan evakuasi warga sipil di wilayah konflik bersenjata yang saat ini sedang mengungsi di hutan-hutan.
Insiden meninggalnya seorang pelajar dan menyebabkan luka berat satu orang lainnya, diduga telah dimanfaatkan pihak kelompok separatis bersenjata OPM untuk menyudutkan Pemerintah dan aparat militer Indonesia. (” “)



