Suara Bersama

20 Program Strategis Kemenpora 2026: Reformasi, DBON, hingga Dana Pensiun Atlet

Jakarta, Suarabersama.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan sedikitnya 20 agenda besar yang akan menjadi fokus pengembangan sektor kepemudaan dan olahraga nasional sepanjang 2026.

Dalam acara silaturahmi bersama insan pers di Jakarta, Selasa malam, Menpora menjelaskan bahwa rangkaian program tersebut mencakup reformasi internal kementerian hingga persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga internasional.

Beberapa agenda prioritas meliputi proses due diligence, transformasi kelembagaan, serta reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

Pemerintah juga menyiapkan revisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai kerangka utama pembinaan olahraga jangka panjang. Selain itu, pelaksanaan ajang seperti ASEAN Para Games menjadi bagian dari kesinambungan program olahraga prestasi.

Di bidang regulasi, Kemenpora akan menindaklanjuti nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia terkait standardisasi dan perizinan perlengkapan olahraga. Erick juga menyebut adanya pencabutan Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 serta deregulasi terhadap 191 aturan melalui pendekatan omnibus guna menyederhanakan birokrasi.

Penguatan Infrastruktur dan Sport Science

Program strategis lainnya mencakup pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional, serta revitalisasi Cibubur Youth Elite Sport Center menjadi pusat sport science dan rehabilitasi atlet.

Selain itu, pemerintah berencana memperluas kegiatan car free day di seluruh kota di Pulau Jawa dengan target jangka panjang menjangkau 514 kabupaten/kota di Indonesia sebagai bagian dari penguatan budaya olahraga masyarakat.

Kemenpora juga menyiapkan manajemen talenta nasional berbasis sekolah dengan fokus pada 21 cabang olahraga unggulan, termasuk skema dana pensiun atlet sebagai jaminan masa depan bagi para atlet Indonesia.

Penguatan Agenda Kepemudaan dan Diplomasi Olahraga

Tak hanya olahraga prestasi, sektor kepemudaan juga menjadi prioritas. Sejumlah program yang dirancang antara lain youth camp, pembinaan tenaga olahraga untuk kelompok disabilitas, lomba debat dan pidato nasional, Indonesia Sports Summit dalam rangka Hari Olahraga Nasional, serta Indonesia Youth Summit memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Program pertukaran pemuda antarnegara turut dipersiapkan, bersamaan dengan langkah awal menuju ajang besar seperti Asian Games, Asian Para Games, hingga Olimpiade.

“Banyak kegiatan yang tujuannya dua atau tiga tahun lagi tetapi persiapan harus sudah dimulai tahun ini seperti Asian Games, Olimpiade,” kata Erick.

Skema Multiyears dan Dukungan Anggaran

Untuk mendukung berbagai program berkelanjutan tersebut, Kemenpora telah mengajukan skema anggaran multiyears kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Hal ini dinilai penting mengingat sejumlah agenda memerlukan perencanaan dan pembiayaan lintas tahun.

Pada 2026, Kemenpora memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp1,150 triliun. Meski diakui belum sepenuhnya ideal, Erick menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat transformasi sektor pemuda dan olahraga nasional.

Dengan berbagai agenda tersebut, pemerintah menargetkan ekosistem olahraga Indonesia semakin profesional, berkelanjutan, serta mampu melahirkan generasi muda yang kompetitif di tingkat global. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + nine =