Suara Bersama

15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Lalu Lintas Masih Anjlok Drastis

Teheran, Suarabersama.com – Sebanyak 15 kapal dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir pada Minggu (5/4/2026), setelah memperoleh izin dari otoritas Iran. Laporan kantor berita semi-resmi Fars menyebutkan, kapal-kapal tersebut diizinkan melewati jalur vital perdagangan energi dunia, meski tidak dijelaskan asal negara maupun jenis kapalnya.

Meski aktivitas mulai bergerak, arus pelayaran di Selat Hormuz masih jauh dari normal. Volume lalu lintas tercatat turun lebih dari 90 persen dibandingkan sebelum konflik pecah.

Penurunan drastis ini terjadi setelah Iran membatasi akses di selat tersebut sebagai respons atas serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Situasi ini diperkirakan akan berdampak jangka panjang. Korps Garda Revolusi Iran menyatakan kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya, khususnya bagi negara-negara yang dianggap berseberangan dengan Teheran.

Selain itu, pemerintah Iran tengah menyiapkan aturan baru, termasuk rencana penerapan biaya transit bagi kapal yang melintas, serta pembatasan terhadap negara tertentu.

Di tengah ketegangan tersebut, upaya negara-negara Teluk untuk membuka kembali jalur pelayaran melalui Dewan Keamanan PBB belum membuahkan hasil. Sejumlah negara besar seperti Rusia, China, dan Prancis dilaporkan menolak opsi penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan jalur tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu tekanan besar terhadap pasokan energi global dan lonjakan harga minyak. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =