Suarabersama.com, Semarang -Teror yang mengatasnamakan jihad seringkali terjadi, dan ini membuat Naryoko, Sekretaris Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Jawa Tengah, resah dan prihatin.

Pasalnya, Menurut Naryoko, jihad ketika salah pemaknaan akan berujung kehancuran bagi para pelaku dan orang-orang di sekitarnya.

“Jihad di era melenial itu bukan berani mati tapi berani hidup di jalan Agama, karena sejatinya agama adalah mengajarkan kemanusiaan dan kasih sayang, bukan pertumpahan darah,” tutur Naryoko menyikapi aksi teror yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini. Kamis (17/5/2018).

Lebih lanjut, Naryoko menyayangkan, orang-orang yang memiliki semangat beragama namun salah memilih guru dalam mendalami ilmu agama.

“Rata-rata pelaku teror yang mengatasnamakan agama itu memiliki semangat beragama yang menggebu-gebu, namun salah memilih guru agama, salah satu dampaknya ya salah dalam memaknai jihad itu,” lanjut laki-laki kelahiran Demak, Jawa Tengah, itu.

Di akhir wawancara, Naryoko menjelaskan, Madani dibentuk salah satu misinya adalah menebar Islam ramah dan penuh dengan cinta kasih.

“Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah, Ia sabar dalam berdakwah, menyayangi siapa saja, tidak pernah memusuhi siapapun,” pungkasnya.