Suarabersama.com, Semarang- Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat untuk membaca dengan cermat dan utuh, hal ini untuk menghindarkan fitnah dan berita hoax pada masa-masa Pilkada seperti sekarang ini.

“Kita budayakan membaca karya secara utuh. Jangan dipenggal-penggal,” kata pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, Rabu (11/4/2018).

Ajakan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah dari nomor urut 1 ini karena dirinya bersama Ganjar Pranowo sempat difitnah menistakan agama melalui puisi yang dibacakan Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu di sebuah acara yang disiarkan di televisi.

Suami Nawal Nur Arafah ini juga meyakini, setiap calon kepala daerah memiliki semangat untuk mensejahterakan rakyat.

“Sebagai calon kepala daerah, kita harus fokus mensejahterakan rakyat, melalui program-program yang pro-rakyat, bukan saling menjelek-jelekkan dan memfitnah,” lanjutnya.

Ia bersama tim pemenangan, sepakat untuk melakukan kampanye dengan cara-cara yang santun, tanpa hoax dan tetap menjaga rakyat dari berita-berita yang diplintir demi kepentingan politik.

“Dari pada menyebar fitnah, lebih baik kita memikirkan betul-betul nasib pesantren, madrasah diniyyah berserta guru-guru yang mengajar di sana, serta merumuskan program untuk mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah, itu akan lebih bermanfaat,” pungkas putra KH. Maimoen Zubair itu.