Taj Yasin Maimoen berkunjung di Pondok Pesantren Nurul Islam dan KH Hasan Mustaqim, Kabupaten Cilacap. Senin (19/3/2018).
Taj Yasin Maimoen berkunjung di Pondok Pesantren Nurul Islam dan KH Hasan Mustaqim, Kabupaten Cilacap. Senin (19/3/2018).

Suarabersama.com, Semarang – Calon Wakil gubernur pendamping Ganjar Pranowo, Taj Yasin Maimoen, berkomitmen menggagas terbitnya peraturan daerah perihal pendidikan agama, ini dilakukannya untuk meningkatkan pendidikan karakter bagi generasi muda.

Hal ini disampaikan Taj Yasin Maimoen ketika berkunjung di Pondok Pesantren Nurul Islam dan KH Hasan Mustaqim, Kabupaten Cilacap. Senin (19/3/2018).

“Kalau soal pendidikan karakter, pesantren dan madin sudah menjalankannya sejak dulu, dan hal ini juga sudah diakui efektif, dengan Perda tersebut diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter yang sudah berjalan di pesantren dan madin,” tutur putra KH. Maimoen Zubair yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Lanjutnya, Perda pendidikan agama itu harus dilaksanakan mengingat sistem belajar dan mengajar di pendidikan formal terlalu sering berganti, meskipun ujungnya sama yaitu pendidikan karakter.

“Perda pendidikan agama belum masuk program legislatif daerah, semoga saat jadi eksekutif bisa kami dorong lagi terkait hal ini,” ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Sementara itu, Rois Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) Sampang, KH Muhammad Jarir berharap, program fullday school dikaji ulang, mengingat pentingnya pesantren dalam mendidik generasi muda yang berkarakter.

“Saya telah menitipkan pondok pesantren dan madin ke Gus Yasin, selain itu, saya juga telah meminta Gus Yasin mengkaji ulang fullday school, saya akan mengajak saudara-saudara saya untuk turut serta mendukung gus Yasin, dalam rangka memperjuangkan pesantren dan madin,” katanya.