Agenda Reses H. Arsul Sani, Anggota DPR RI Komisi III Badan Legislatif, dan rapat konsolidasi partai oleh DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal, Kamis (1/3).
Agenda Reses H. Arsul Sani, Anggota DPR RI Komisi III Badan Legislatif, dan rapat konsolidasi partai oleh DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kendal, Kamis (1/3).

Suarabersama.com, Kendal – Menghadapai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Syamsurie menyebut bahwa partainya sedang menyiapkan skema untuk meminimalisir konflik antar kader yang berada pada satu daerah pemilihan (dapil).

Menurutnya, skema ini perlu dilakukan untuk kebaikan partai dan kemaslahatan perjuangan bagi rakyat dan umat.

“Jika selama ini sering terjadi persaingan di internal kader yang berada pada satu dapil, maka pada pemilu 2019 nanti harus ada perubahan. Hal ini harus dilakukan untuk kebaikan partai dan kemaslahatan umat yang diperjuangkan,” ungkapnya saat menghadiri Reses Anggota DPR RI, Asrul Sani dan Konsolidasi partai oleh DPC PPP Kabupaten Kendal.

Masruhan Syamsurie menambahkan skema yang akan dibangun nanti akan merubah pardigma kader pada satu dapil yang biasanya bersaing menjadi satu tim.

“Sebagai contoh, jika pada satu dapil ada tujuh kader yang mencalonkan diri, maka akan kita rubah paradigma yang biasanya bersaing menjad satu tim. Karena satu tim maka akan ada manajer yang mengelola proses kerja samanya. Entah itu dari aspek finansial atau lainnya,” tambahnya.

Skema semacam ini, menurut Masruhan akan memberikan dua dampak positif sekaligus. Selain meminimalisir konflik juga untuk investasi bagi kader-kader yang tidak terpilih, dimana kader terpilih bertanggung jawab terhadap mereka.

“Skema semacam ini, selain untuk meminimalisir konflik juga sebagai bentuk investasi bagi kader, dimana yang terpilih menjadi penanggung jawab atas kerja-kerja politik kader yang tidak terpilih,” tukasnya.

Meski demikian, Masruhan juga menuturkan bahwa skema tersebut belum final serta masih akan digodok di internal partai.