Acara Silaturrahmi Pengasuh Pondok Pesantren Ibu Nyai dan Pengasuh Majlis Ta'lim se-Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Ciputra, Semarang. Selasa (6/3).
Acara Silaturrahmi Pengasuh Pondok Pesantren Ibu Nyai dan Pengasuh Majlis Ta'lim se-Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Ciputra, Semarang. Selasa (6/3).

Suarabersama.com, Semarang – Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menanggapi maraknya berita hoax yang beredar liar di media sosial, melihat fenomena itu, menurut Gus Yasin, Indonesia sedang dipecah-belah.

“Kalau kita baca berita, jangan sampai kita hanya membaca judulnya saja, kemudian kita share, tapi kita juga harus baca isinya secara utuh, dengan membaca isinya secara utuh, kita akan tahu berita itu benar atau tidak,” tuturnya saat menghadiri acara Silaturrahmi Pengasuh Pondok Pesantren Ibu Nyai dan Pengasuh Majlis Ta’lim se-Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Ciputra, Semarang. Selasa (6/3).

Putra pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH. Maimoen Zubair, itu dihadapan para Nyai menuturkan, cara untuk menangkal berita hoax ataupun perpecahan yaitu dengan silaturrahmi.

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, dalam Islam sudah diajarkan dengan tabayyun atau mencari kejelasan tentang suatu hal sampai jelas.

“Ada sekitar 4,822 Ponpes di Jawa Tengah, itu kalau disatukan, bagaimana makmurnya pemerintahan,” tambahnya.

Senada dengan Gus Yasin, Ita Rahmawati, ketua panitia acara, mengatakan tujuan acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan rasa nasionalisme para Nyai Pondok Pesantren. Acara ini penting karena akhir-akhir ini marak berita hoax, hingga berujung saling fitnah dan perpecahan.

“Kami mengadakan acara ini karena tidak mau negara terpecah, karena kelakuan oknum penyebar hoax, maka dari itu, kami berharap, para Nyai bisa mensosialisasikan hasil silaturrahmi ini paling tidak di lingkungan masing-masing,” ujarnya.