Istajib AS : Karena Jakarta, Kekuatan Umat Islam Diperebutkan di Jawa Tengah

Suarabersama.com, Semarang- Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Istajib AS menyebutkan bahwa fenomena yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, berimbas baik terhadap kondisi perpolitikan umat Islam di Jawa Tengah.

Menurut Istajib, hal ini terbukti dengan adanya perwakilan dari partai Islam dalam kedua pasangan calon, Taj Yasin, putra dari K.H. Maimoen Zubair dari PPP yang mendampingi Ganjar Pranowo, cagub yang diusung PDI-P dan Ida Fauziyah dari PKB yang mendampingi Sudirman Said, Cagub yang diusung Gerindra.

“Kedua pasangan calon yang akan berlaga di Jawa tengah, merupakan kekuatan yang sama-sama belajar dari fenomena politik Pilkada Jakarta kemarin”, ungkapnya.

Istajib juga menambahkan, berkat fenomena politik di Pilkada Jakarta 2017 lalu semua kekuatan politik telah menyadari bahwa kekuatan umat Islam itu besar, sehingga menjadi rebutan calon gubernur, baik Ganjar maupun Sudirman Said.

“Kedua calon gubernur merasa butuh terhadap kekuatan umat Islam di jawa Tengah, sehingga kemudian muncullah dua kader dari partai Islam yang akan berlaga pada Pilkada Jawa tengah 2018, Gus Yasin putra K.H. Maimoen Zubair dari PPP dan Ida Fauziyah dari PKB”, tambahnya.

Fenomena semacam ini, menurut Istajib, merupakan keuntungan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam.

“Pilkada lima tahun yang lalu, kekuatan umat Islam tidak diperhitungkan, namun berkat Pilkada Jakarta, umat Islam sedang diperebutkan oleh kekuatan politik yang sedang berkompetisi di Jawa Tengah sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin”, jelas Istajib pada redaksi suarabersama.com.