Gus Yasin; Pemimpin Harus Turun Ke Akar Rumput

Suarabersama.com,Semarang- Indonesia dibangun atas perpaduan antara nasionalisme dan agama. Keduanya bisa berjalan bersama, mengingat Indonesia merdeka tidak luput dari peran keduanya. Demikian yang disampaikan Taj Yasin atau yang akrab disapa Gus Yasin, pada pertemuan dengan Ketua DPC PDI-P Grobogan Sri Sumaeni. Selasa (13/2/2018).

“Mas Ganjar sebagai wakil nasionalis dan saya mewakili kelompok agamis. Kita tidak ingin Jawa Tengah dikoyak-koyak dengan isu yang memecah belah masyarakat. Kita tunjukkan budaya Jawa Tengah yang saling menghormati,” tuturnya.

Acara yang dihadiri oleh petani, pengecer pupuk, dan pengurus partai koalisi pengusung Ganjar-Yasin pada Pilgub Jawa Tengah 2018 ini juga menjelaskan, bagaimana dulu sinergi antara nasionalis dan para Kiai yang menggelorakan jihad.

“Insya Allah kita akan bernostalgia. Bagaimana dulu pahlawan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kiai menggelorakan jihad melawan penjajah. Ketika kita merdeka, kiai ditawari untuk menjadi pemimpin. Tapi mereka menolak, lebih memilih melayani umat,” paparnya.

Gus Yasin melanjutkan, Salah satu wujud nasionalisme itu, Gus Yasin mengajak pemimpin untuk turun ke akar rumput. Mayoritas warga Grobogan adalah petani. Kedelai Grobogan bahkan telah menginternasional, kualitasnya tidak kalah dengan kedelai impor. Jagung juga menjadi andalan di Grobogan.

“Mengangkat kedelai dan jagung Grobogan menjadi komoditas nasional dan internasional menjadi komitmen Ganjar-Yasin jika diberi amanah warga Jawa Tengah untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur,” lanjutnya.

Salah satu kebijakan yang penting adalah perda tentang pertanian. Perda ini yang akan menguatkan pertanian di Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Sumarmi, menyatakan siap dan optimis memenangkan pasangan Ganjar-Yasin di Grobogan. “Kami siap memenangkan Ganjar-Yasin, kami optimis memperoleh suara 90%,” tandas Sumarmi.