Suarabersama.com  – Tantangan Indonesia saat ini jauh berbeda dengan tantangan saat masa penjajahan, dunia maya bisa berefek baik juga bisa berefek buruk bagi negara Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Arwani Thomafi dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang bekerjasama dengan Himpunan Mutakhorrijin Mutakhorrijat PP Al-Alwar (HIMMA) di Semarang, Jawa Tengah. Jumat (9/2/2018).“

Saat ini, ancaman bagi bangsa dan negara tidak lagi seperti pada zaman penjajahan dulu, yang muncul dalam bentuk ancaman secara fisik, melainkan ancaman tampil dalam wujud yang lebih kompleks dan mencakup seluruh dimensi kehidupan nasional kita,” tuturnya.

 

Arwani, yang juga sebagai Ketua Fraksi PPP MPR RI, saat ini radikalisme mudah terjadi di kalangan muda, hal ini diakibatkan keterbukaan informasi melalui internet yang diakses tanpa filter.

“Kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi membuat para generasi muda kita sangat rentan terpapar dengan informasi dan literatur bermuatan paham radikal. Mereka bisa saja mengenyam begitu saja tanpa ada filter dan bimbingan dari guru maupun kiai,” kata Arwani.N

ilai-nilai kearifan Pancasila sebagai pijakan atau landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dibumikan kembali kepada para generasi muda. Dengan begitu, anak-anak muda diharapkan dapat membendung radikalisme.

“Karena peran anak muda sangat menentukan nasib bangsa ke depan,” jelasnya.