Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa'adi . Sumber foto: ppp.or.id

Suarabersama.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan motif digelarnya seminar bertajuk Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri dan Ta’aruf Live yang digelar Dauroh Poligami Indonesia (DPI), Minggu (3/12). Hal ini potensial memicu pandangan negatif terhadap Islam dan rentan penipuan.

“Memberikan image bahwa Islam itu hanya menonjolkan masalah syahwat saja,” kata Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi saat ditemui ppp.or.id, Senin (27/11/2017).

Zainut Tauhid menjelaskan, pernikahan dalam Islam merupakan ikatan yang sakral dan syarat dengan tujuan mulia, bukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis.

Menurutnya, pernikahan merupakan media untuk membangun ikatan suci antara dua orang berlawanan jenis dengan tujuan hidup bahagia dan diridhoi Allah. Pernikahan ini harusnya dilandasi nilai-nilai ibadah. Kesiapan mental dan kematangan emosional diperlukan oleh kedua pihak.

“Kalau niatnya hanya untuk sekedar coba-coba atau main-main maka haram hukumnya,” cetus Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) itu.

Lantaran sakralnya pernikahan dalam Islam, Zainut pun mempertanyakan motif DPI menggelar acara seminar dengan promosi yang cenderung kurang etis. Terlebih, biaya yang harus dibayar calon peserta tergolong mahal.

“Atau motifnya hanya sekadar mencari keuntungan materi?” ujarnya.

Menurutnya, Islam memang tidak melarang poligami. Namun, promosi yang dilakukan DPI berpotensi membuat masyarakat menilai Islam secara keliru. Zainut menghimbau kepada masyarakat agar tidak tergoda dengan seminar tersebut.

Zainut Tauhid juga berharap, pihak berwenang mulai mengawasi DPI dalam menjalankan praktik bisnisnya. Tujuannya, mencegah masyarakat tertipu dan tidak mendapat manfaat meski telah membayar mahal.

“Bukan praktik poligaminya yang diawasi, tapi kegiatan seminar yang mempromosikan poligami itu yang harus diawasi karena rentan terjadinya praktik penipuan,” tuntasnya. (001)

Sumber berita: ppp.or.id