Sumber foto: ppp.or.id

Suarabersama.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ir. H.M. Romahurmuziy mengajak generasi zaman now untuk terlibat aktif dalam merespon derasnya arus informasi, salah satunya dengan menjadi buzzer (penyebar) berita positif di dunia maya. Romahurmuziy juga mendorong anak muda untuk melawan para penyebar berita hoax dan berita negatif.

“Caranya dengan membuat berita-berita yang benar dan sesuai fakta,” kata Romi saat menjadi pembicara di acara Kemah Bahasa Arab dan Muktamar Ithl ke VI , di Universitas Islam Negri di Yogyakarta, Jumat (24/11/2017).

Gus Romi juga mengungkapkan, saat ini ada banyak pihak luar yang ingin menghancurkan persatuan dan perdamaian di Indonesia dengan berbagai macam cara.

Salah satunya menyebarkan kebencian dan perpecahan melalui pemberitaan berbalut isu agama. Berita dan informasi hoax soal ajaran-ajaran agama banyak disebar di dunia maya untuk menyulut kebencian dan perpecahan.

“Saat ini profesi buzzer ada yang kerjaannya dibayar untuk membuat berita atau video mem-bully atau menjelek-jelekkan. Atau memuji dan membangga-banggakan sesuatu yang salah. Ini yang harus disadari generasi zaman sekarang,” ungkap Gus Romi.

Dihadapan 800 lebih mahasiswa, Romahurmuziy mengajak untuk aktif membuat berita atau informasi yang melawan berita-berita negatif dan hoax tersebut.

Menurutnya mahasiswa yang berpendidikan tinggi dan cerdas berpeluang besar membuat perubahan, demi mempertahankan persatuan dan kedamaian bangsa.

“Maka, kami mengajak adik-adik generasi milenial yang lahir sesudah tahun 1995 untuk mempertahankan nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan dalam Pancasila dengan bentuk menyebarkan konten yang positif dan benar,” ajak Anggota Komisi XI DPR itu.

Tidak lupa, Romahurmuziy juga menghimbau generasi milenial untuk lebih kritis dan mencari tahu kebenaran suatu berita. Generasi remaja diminta tidak asal menyebarkan berita dan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Jadi, kalau dapat BC (pesan berantai) informasi atau berita, klarifikasi dulu ke sumber atau orang yang tepat. Jangan langsung forward atau sebar ke media sosial,” pungkasnya. (001)

Sumber berita: ppp.or.id